Ternyata 5 Penyebab Ini Jadikan Kita Seorang People Pleaser
Ilustrasi. Foto oleh Анна Васильева dari Pexels
Merasa tidak nyaman dengan orang lain, terus menerus menyetujui permintaan orang lain, dan menjadi seorang people pleaser kita harus secara sukarela mencari tahu dari mana asalnya. Sebab, perasaan ini akan berujung pada bagaimana kita memperlakukan orang lain dan di mana kita menempatkan diri kita dalam masyarakat. Kalau kita tidak menganalisanya, kita tidak akan bisa menanganinya dengan baik lho.
Sedangkan yang kita ketahui tentunya untuk bisa memperbaiki sesuatu, kita harus mencari sumber dan asal muasal kenapa hal itu bisa terjadi. Nah, bagi kamu yang sudah lelah menjadi people pleaser, coba baca lima poin berikut ini. Mungkin salah satunya adalah alasan mengapa kamu seperti sekarang ini.
1. Sering dibandingkan dengan orang lain
Foto oleh Kindel Media dari Pexels
Jika sejak kecil kita sudah sering dibandingkan, baik dari segi sikap, prestasi, kemampuan, keterampilan, dan lain sebagainya, tentunya akan ada sisi diri kita yang ingin lebih diperhatikan. Untuk membuktikan hal tersebut, maka kita menjadi terbiasa untuk memenuhi ekspektasi orang lain terhadap kita. Baik itu orang tua, kerabat, guru, atau siapa pun yang kita anggap pujian yang berharga.
Akhirnya, kita melupakan apa yang sebenarnya kita inginkan. Sehingga lambat laun kita melupakan diri kita sendiri dan mengutamakan orang lain.
2. Kurangnya curahan kasih sayang
Foto oleh Kindel Media dari Pexels
Tak jauh beda halnya dengan mereka yang sering dibandingkan, kurangnya kasih sayang juga membuat kita ingin melakukan segala sesuatu yang bisa mendatangkan kasih sayang dari orang terdekat kita. Salah satu caranya adalah kita memilih untuk menjadi people pleaser bagi orang-orang yang kita sayangi. Apapun yang mau kita lakukan agar memberikan perhatian dan cinta yang kita inginkan.
3. Memiliki rasa takut ditinggalkan
Foto oleh Kindel Media dari Pexels
Trauma perasaan kehilangan dan ditinggalkan sendiri juga membuat seseorang menjadi people pleaser secara sukarela. Seolah-olah dia mau melakukan apapun yang diminta orang lain agar dia tidak lagi merasa sendirian. Dia pikir satu-satunya cara untuk disukai oleh semua orang adalah menjadi people pleaser selama sisa hidupnya.
4. Telah dikucilkan dan dihina
Foto oleh Anna Shvets dari Pexels
Seseorang yang telah dikucilkan juga otomatis menjadi people pleaser karena dibentuk oleh pikirannya sendiri. Sejak dulu, dia merasa bahwa dia memang lebih rendah dari orang lain dan bahwa dia seharusnya membuat orang-orang disekitarnya bahagia dan memenuhi harapan mereka. Ups, buat kalian yang punya pemikiran seperti ini, segera perbaiki.
5. Kurang percaya diri
Sumber foto: Pixabay
Kurang percaya diri tidak hanya membuat kita enggan mengejar impian, tapi juga membuat kita menjadi people pleaser. Kita tidak bisa dengan percaya diri menolak permintaan orang lain karena takut dipandang negatif. Kita terus-menerus menginginkan persetujuan dari orang lain karena kita tidak percaya pada penilaian diri sendiri.
Apapun penyebabnya, menjadi seorang people pleaser sungguh tidak nyaman. Kita terus dihantui oleh penilaian orang lain terhadap kita. Yuk, segera berubah, pelajari penyebabnya dan temukan solusinya. Setuju?
Situs Poker Online | Poker88 | Agen Judi Poker Online | Poker Aku
Comments
Post a Comment