KPAI Ingatkan Orangtua soal Pemberitaan Terorisme di Makassar
Ilustrasi, sumber foto: Pixabay
Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra mengingatkan bahayanya pemberitaan kasus terorisme pada anak jika tidak dikendalikan dengan baik. Hal itu terkait maraknya pemberitaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) pagi.
“Seringkali peredaran foto, video, pernyataan, yang tidak layak massif beredar di media sosial, bahkan berita tersebut di produksi lagi, dengan tidak sesuai realita,” kata Jasra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/3/2021) malam.
“Akhirnya menjadikan anak anak lebih bertumbuh ke arah penyebaran kebencian ke orang lain, bahkan ke teman temannya sendiri yang ikut menyikapinya,” lanjutnya.
Anak-anak harus mendapatkan informasi yang tepat untuk tumbuh kembangnya
Menurut Jasra, penting bagi orang tua untuk menghindari informasi yang tidak layak dikonsumsi anak, seperti perdebatan yang tak kunjung usai di depan umum. Dikhawatirkan hal ini akan menyebabkan anak mendapatkan perlakuan buruk dan mengancam nyawanya. Misalnya saling melakukan persekusi, kekerasan gender berbasis online, bahkan bisa menyebabkan anak dihadapkan pada hukum.
“Harusnya anak anak mendapatkan informasi yang layak, yang menempatkan anak anak dalam tumbuh kembang yang maksimal," ujar Jasra. "Membangun edukasi yang lebih dominan pada kepekaan nilai nilai kemanusiaan,” lanjutnya.
Berbagai pihak bertanggung jawab untuk mengajak anak agar bersikap tenang
Jasra mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya terlibat konflik tak berkesudahan. Pihak-pihak seperti keluarga, sekolah, tempat belajar di masyarakat, dan rumah ibadah yang disebut Jasra memiliki tugas untuk menjelaskan dengan baik peristiwa bom ini.
Mulai dari kegiatan mengajak anak-anak untuk bersikap tenang, mendoakan para korban, mengajarkan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia dalam hidup bersama, seperti yang tertuang dalam nilai kebhinekaan Pancasila. Anak-anak juga perlu diberi pemahaman bahwa pemerintah kita sedang mengerjakan dan mengungkap peristiwa.
“Penting juga anak anak mengenalkan kata maaf dalam berbagai peristiwa yang mengundang emosi. Karena bila dibiarkan akan menjadi reaksi yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Apalagi di media sosial, yang bisa menyebabkan terlibat pembicaraan yang cenderung menyesatkan dan dapat merugikan jiwanya," terangnya.
Jasra berharap kejadian ini tidak meninggalkan trauma dan kebencian pada anak
Selain itu, Jasra juga mengingatkan berbagai pihak untuk mengambil sikap menenangkan dan mendamaikan berbagai pihak. Ia berharap kejadian ini tidak memberikan kesempatan trauma untuk diturunkan kepada anak-anak bahkan menimbulkan kebencian.
“Namun lebih menumbuhkan kasih sayang yang memang menjadi fitrah dan anugerah dari Sang Pencipta kepada setiap anak, yang dapat mendukung tumbuh dan kembangnya dalam alam Indonesia,” kata Jasra.
“Sikap sikap yang menumbuhkan kepekaan kemanusiaan harus lebih dominan dimunculkan orang tua dibanding sikap lainnya. Guna mengedukasi dalam memutus mata rantai kekerasan,” lanjutnya.
Situs Poker Online | Poker88 | Agen Judi Poker Online | Poker Aku
Comments
Post a Comment